Perbedaan Airsoft gun dan Airgun Menurut Pak Polisi

Beberapa aksi penembakan misterius marak terjadi di Jakarta. Baru-baru ini rumah mewah seorang perwira pertama Polri Andreas Tulam di Cipondoh, Tangerang, ditembaki orang tidak dikenal.

Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikhwanto menduga pelaku menggunakan senjata air soft gun.

Direktur Keamanan Negara (Kamnag) Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri, Brigjen Pol Setyo Wasisto menerangkan, perbedaan dua jenis senjata tersebut. Meski salah satunya, air soft gun (senjata angin berdaya rendah), masuk dalam golongan senjata mainan berskala 1:1 dengan senjata asli.

Perbedaan tersebut terdapat dalam teknis kerja dua senjata tersebut. Bila air soft gun memiliki tekanan angin lebih rendah, 0,5 sampai 1,5 joule sementara air gun (senjata angin tekanan tinggi) memiliki tekanan dua kali dari air soft gun, yaitu mencapai 3-5 joule. Dan bisa lebih tinggi lagi tekanannya bila dimodifikasi.

Selain itu, peluru yang digunakan kedua jenis senjata itu berbeda. Air soft gun menggunakan peluru plastik bulat dengan bobot 0,4 sampai 0,4 gram. Sedangkan air gun menggunakan peluru timah bulat atau biasa disebut gotri dengan bobot 1 sampai 1,5 gram.

“Air gun ini bisa memecahkan kaca, triplek, serta membahayakan kalau disasar ke tubuh seseorang walaupun jaraknya mencapai 6 meter,” kata Setyo saat ditemui di ruang kerjanya, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2013).

Air gun dilarang, karena ini mematikan,” imbuhnya.

Secara regulasi, aparat tegas melarang penggunaan air gun tersebut., selain karena bentuk dan bobot menyerupai senjata api sesungguhnya.

Regulasi ini diatur di dalam Undang-undang tentang Senjata Api tahun 1936 dan diturunkan dalam Undang-undang 12/Darurat/1951 tentang senjata api, yang berbunyi benda menyerupai senjata dan digunakan untuk mengancam termasuk ke dalam golongan senjata api.

Adapun air gun diperkenankan hanya untuk mereka yang tergabung dalam klab menembak. Namun itu pun hanya sebatas air gun untuk keperluan atlet dan perburuan.

Lalu apakah air soft gun bisa terkena pelanggaran undang-undang?

Selama ini pihak kepolisian belum memiliki landasan hukum tegas terkait penggunaan air soft gun. Mereka dapat dijerat pelanggaran ketika senjata tersebut digunakan untuk mengancam ataupun tertangkap tangan membawa air soft gun tanpa kejelasan.

Di Amerika, meski airsoft gun dijual bebas, namun terdapat ciri khusus yang menandakan bila senjata dengan skala sama dengan senjata asli itu adalah mainan. Mereka menggunakan orangetip (benda orange yang diletakan di moncong senjata) untuk membedakan senjata yang dipegang tersebut adalah mainan.

“Kalau tidak ada itu (orangetip), polisi berhak menembak untuk melakukan pembelaan diri bila sewaktu-waktu senjata itu diarahkan dan mengancam,” tuturnya. Sumber: www.detik.com

Kesalahan Dalam Menggunakan Airsoft gun

Polda Metro Jaya telah menyita puluhan senjata api berbagai jenis serta airsoft gun yang masa berlaku izinnya telah habis. Penyitaan itu dilakukan saat Operasi Senjata Api dan Bahan Peledak (Sendak) Jaya 2012 yang digelar mulai 17 Juli sampai 5 Agustus tahun kemarin.

Operasi belum lama usai…. eh tiba-tiba ada berita pemudik menembak mobil travel dengan airsoft gun. Peristiwa ini terjadi di daerah Boyolali, Jawa Tengah.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto menyatakan, bahwa pelaku berhasil disergap jajarannya di Baturetno Senin (58) sore sekira pukul 15.00 Wib atau delapan jam setelah menembak mobil travel rombongan pemudik itu di depan Pasar Boyolali Kota. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Tersangka pemudik juga. Ketika menembak mobil travel yang mengakut rombongan pemudik di depan Pasar Boyolali Kota, dia bersama tiga anggota keluarganya bermaksud mudik dari Bekasi ke Baturetno, Wonogiri,” jelas Kapolres kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/8).

Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku nekat menembak mobil travel itu, karena emosi. Dia merasa harga dirinya dipermainkan setelah dipepet dan disalip oleh pengemudi mobil travel Joglosemar tersebut di wilayah Boyolali Kota. Sehingga dia nekat mengejarnya dan menembak mobil travel itu menggunakan senjata airsoft gun yang ia bawa di dalam mobil.

Selain meringkus tersangka, lanjut Kapolres, jajarannya juga menyita barang bukti satu butir gotri proyektil peluru berbahan logam dari pistol airsoft gun kaliber 4,5 mm, sebuah pistol airsoft gun warna hitam merek Jericho 941, dan satu magazine bertuliskan 177” caliber 4,5 mm, milik tersangka.

Penangkapan dapat dengan cepat dilakukan jajarannya dengan cara menelusuri terlebih dahulu nomor pelat polisi mobil Avanza yang digunakan oleh tersangka. Hasil pemeriksaan saksi-saksi, jajarannya mengetahui nomor pelat polisi mobil Avaza tersangka, B-1310-FFZ.

Setelah dibekuk, sambung orang nomor satu di jajaran Polres Boyolali ini, tersangka sakit dan stres. Dia kini dirawat di poliklinik Bhayangkara Polres Boyolali. Berdasarkan keterangan dokter poliklinik Bhayangkara, dr Titik, tersangka menderita penyakit maag akut. Diduga karena mengalami stress sehingga penyakit maag-nya kumat.

Atas perbuatan arogannya menembak mobil travel pemudik dengan pistol air soft gun, anggota klub menembak itu kini dijerat pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman 2,6 tahun penjara dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun penjara. (Suara Merdeka)

Tentang Airsoft gun

Airsoftgun adalah sebuah replica atau alat olahraga atau permainan yang memiliki persamaan dengan senjata asli baik bentuk maupun modelnya namun ada perbedaan dalam bahan, cara kerja, dan daya tahan bagian-bagiannya. Perbandingan airsoft gun   dengan senjata asli adalah 1:1 dalam bentuk dan modelnya. zAirsoft gun ini biasanya alat atau replika yang digunakan kegiatan militer atau kepolisian untuk proses simulasi atau latihan dalam lingkungan militer atau kepolisian tersebut.

Airsoftgun / airsoft gun diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata (positif) untuk latihan menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna individu dan pengaplikasian strategi pertempuran dalam permainan perang-perangan/skirmish (war game) jika dalam suatu komunitas. Setiap komunitas yang baik dan bertanggung jawab selalu memiliki kode etik tersendiri, namun memiliki kesamaan prinsip demi keamanan dan kelangsungan hobi ini sendiri. Hobi ini termasuk hobi unik yang berbeda dengan hobi-hobi lainnya. Karena menggunakan alat permainan dan aksesoris lainnya yang merupakan replika dari senjata sebenarnya. Tampak dan kesan yang diperlihatkan dari alat permainan ini jika tidak bijak dalam memperlakukannya akan dapat merugikan orang lain dan pelaku hobi ini sendiri. Karena itu jika ada seseorang atau sekelompok orang yang tidak mematuhi kode etik penggunaan airsoft, mereka layak untuk tidak dianggap atau dikucilkan dari lingkup dunia hobi airsoft nasional maupun internasional.